Jelang Pelantikan, JMSI Sumsel Perkuat Sinergi dengan Pemprov untuk Ciptakan Ekosistem Informasi Sehat

oleh
ist

JMSI Sumsel Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Tangkal Hoaks dan Tingkatkan Literasi Digital

Palembang, detektifswasta.xyz – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform media sosial, tantangan berupa hoaks, disinformasi, hingga penipuan digital juga semakin meningkat. Kondisi ini menuntut adanya kolaborasi antara pemerintah, media, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi digital masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Selatan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua JMSI Sumsel, Firdaus Komar, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sekaligus menyampaikan rencana pelantikan pengurus JMSI Sumsel yang akan digelar pada 22 Juli 2026 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Firdaus menegaskan bahwa perusahaan media yang terorganisir memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik. Selain berfungsi menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, media juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan klarifikasi terhadap informasi yang menyesatkan serta menjadi bagian dari upaya melawan penyebaran hoaks.

“Perusahaan media yang terorganisir tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar serta membantu menangkal hoaks yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Firdaus.

Herman Deru Soroti Hoaks dan Penipuan Digital

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik niat dan komitmen JMSI Sumsel untuk memperkuat literasi digital masyarakat. Ia menilai peran media profesional sangat dibutuhkan di tengah kemudahan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial.

Menurut Herman Deru, perkembangan teknologi membuat informasi dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.

Ia mengingatkan bahwa selain hoaks, masyarakat saat ini juga menghadapi ancaman lain berupa berbagai modus penipuan yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.

“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi, tetapi belum tentu informasi tersebut benar. Tidak hanya hoaks, masyarakat juga sering menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Karena itu, Herman Deru menilai edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan agar kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi semakin baik.

Ia bahkan membuka peluang kolaborasi antara JMSI Sumsel dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan untuk menjalankan berbagai program literasi digital secara berkelanjutan.

“Diperlukan edukasi kepada masyarakat, dan kami membutuhkan peran JMSI. Ke depan mungkin bisa berkolaborasi dengan Diskominfo untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

JMSI Siapkan Program Berdampak

Menanggapi dukungan tersebut, Firdaus Komar menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas kepercayaan yang diberikan kepada JMSI.

Ia memastikan JMSI Sumsel siap mengambil bagian dalam berbagai program edukasi yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali informasi yang valid serta menghindari berbagai bentuk manipulasi informasi di ruang digital.

“Terima kasih Pak Gubernur atas kepercayaan yang diberikan kepada JMSI untuk ikut mengedukasi masyarakat terkait berita hoaks. Kami akan menyiapkan program-program yang berdampak dan melibatkan berbagai stakeholder agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.

Menurut Firdaus, keberhasilan membangun masyarakat yang cerdas digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan berkualitas.

Pelantikan JMSI Sumsel Hadirkan Menteri HAM

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus JMSI Sumsel yang akan dilaksanakan pada 22 Juli 2026.

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda pengukuhan organisasi, tetapi juga akan dirangkaikan dengan kegiatan stadium general atau kuliah umum yang menghadirkan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai.

Kuliah umum tersebut akan mengangkat tema mengenai penegakan hak asasi manusia, supremasi hukum, serta kemerdekaan pers dalam menciptakan ekosistem pers yang sehat dan berkualitas.

Sementara tema besar yang diusung dalam kegiatan pelantikan adalah “Menguatkan Sinergi Media Siber untuk Pembangunan Sumatera Selatan.”

Firdaus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat dalam membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers di era digital.

“Selain pelantikan yang akan dilakukan oleh Ketua Umum JMSI, Bapak Teguh Santosa, kami juga merencanakan kuliah umum yang akan disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai. Kami berharap Bapak Gubernur berkenan hadir dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Media Siber dan Tantangan Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap informasi secara drastis. Siapa pun kini dapat memproduksi dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik melalui berbagai platform media sosial.

Di satu sisi, kondisi tersebut membuka peluang yang luas bagi demokratisasi informasi. Namun di sisi lain, muncul berbagai tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, manipulasi opini publik, hingga maraknya kejahatan digital.

Karena itu, peran media siber yang profesional dan bertanggung jawab menjadi semakin penting dalam menjaga kualitas ruang informasi publik.

Melalui kolaborasi antara JMSI Sumsel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, diharapkan upaya peningkatan literasi digital dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi pengguna media yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan era digital. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *