Satgas Yonif 125/SMB Bantu Masyakat Pedalaman yang Hidup Dalam Kegelapan

oleh
Satgas Yonif 125/SMB Bantu Masyakat Pedalaman yang Hidup Dalam Kegelapan
detektifswasta.xyz – Indonesia

Merauke, – Rayakan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-75, Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri 125/Simbisa atau (Yonif 125/SMB), membantu mewujudkan impian masyarakat Kampung Kondo.

Impian masyarakat Kampung Kondo memang terdengar sederhana, yaitu mereka hanya ingin menikmati fasilitas listrik,Untuk itu prajurit Tanah Karo yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW, mewujudkan impian warga Kondo sekaligus turut menyumbang 50 buah bola lampu.

“Selama lima tahun terakhir, tidak kurang dari 92 kepala keluarga tidak dapat menikmati fasilitas listrik di Kampung Kondo, Merauke,” kata Dansatgas Yonif 125/Smb, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dikutip dari siaran resmi Puspen TNI Senin 5 Oktober 2020.

Pardosi juga mengungkapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 30 KW, yang dibangun pemerintah di Kampung Kondo sudah lama rusak dalam lima tahun belakangan, Akibatnya, warga hidup tanpa penerangan listrik yang menyebabkan aktivitas warga terganggu terutama pada malam hari.

Dansatgas pasukan Tanah Karo juga menambahkan, melihat kondisi warga Kampung Kondo yang sudah lama tidak menikmati fasilitas listrik, membuat personel Satgas Pos Kondo merasa terpanggil untuk membantu para warga.

Hal ini kemudian dilaporkan Danpos Kondo Letda Inf Purwanta melaporkan kondisi tersebut kepada Dansatgas. “Praka Jimmi Harianto Saragih adalah lulusan STM listrik yang mendapat perintah Dansatgas langsung beraksi untuk melakukan perbaikan.

Karena kegigihan, ilmu pengetahuan, dan pengalamannya, akhirnya komponen yang rusak dapat diperbaiki. Sehingga PLTS dapat beroperasi kembali dengan baik,” ucap Purwanta, Purwanta juga menambahkan jika Praka Jimmi turut dibantu personel Pos Kondo, dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada.

Mereka memeriksa instalasi listrik ke rumah-rumah, dan mengecek satu persatu komponen PLTS, Saat berusaha untuk memperbaiki, anggota Satgas sempat kewalahan karena adanya komponen yang terbakar. Sementara alat yang rusak harus diganti dan alat itu tidak tersedia di toko elektronik yang ada di Merauke. (PuspenTNI)