Pemerintah Segera Gelontorkan 700 Triliun Pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional

oleh
Detektifswasta.xyz

Pemerintah akan kembali menggelontorkan belanja hingga mencapai Rp 699,43 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun ini. Dana itu akan difokuskan penggunaannya untuk sejumlah program yang mencakup kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM dan korporasi, insentif dunia usaha dan beberapa program prioritas.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan dana PEN tahun ini naik alokasinya 22% dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun lalu yang sebesar Rp 571,9 triliun. Dana tersebut ditargetkan bisa menjadi game changer bagi perekonomian Indonesia.

“Dalam Rp 2.750 triliun [APBN 2021] itu kita melihat beberapa item pengeluaran yang kita sebut PEN di 5 bidang, yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM dan korproasi, insentif dunia usaha dan beberapa program priortas,” kata Suahasil dalam Temu Stakeholders Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang berlangsung secara virtual, Kamis (1/4/2021).

Anggaran paling besar yang dikeluarkan pemerintah tahun ini adalah alokasi untuk kesehatan, terutama untuk program vaksinasi nasional. Dari program ini ditargetkan sebanyak 181 juta penduduk akan mendapatkan vaksin secara gratis dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya perawatan, pengobatan, isolasi mandiri hingga insentif bagi tenaga kesehatan dan biaya penanganan Covid-19 lainnya. Termasuk di dalamnya adalah insentif pajak untuk sektor kesehatan.

Kemudian program perlindungan sosial yang mencapai Rp 157,41 triliun yang diberikan dalam beberapa program bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Programnya seperti program keluarga harapan (PKH), sembako, bansos tunai, pra kerja, diskon tarif listrik, BLT, dana deaa hingga subsidi kuota internet.

Pemerintah juga memberikan dukungan kepada UMKM dan korporasi untuk mendapatkan subsidi bunga kredit hingga penjaminan kredit dari pemerintah untuk korporasi.

“Ini semua adalah bantalan yang disiapkan pemerintah supaya kegiatan ekonomi ada confindent baru, pengusaha confident pinjam ke bank, bank confident untuk menyalurkan kredit dan dijamin oleh pemerintah,” imbuhnya.

Selanjutnya adalah insentif pajak yang diberikan untuk mendorong daya beli masyarakat kembali naik dalam bentuk pajak perumahan dan PPnBM. Sehingga diharapkan investasi manufaktur yang ada bisa dijual dan mendorong kembali produksi.

“Kita akan terus melakukan reformasi struktural. UU Ciptaker akan kita jalankan, investasi ingin kita tumbuhkan, perizinan kita simplify, perlindungan UMKM, dukungan riset, tenaga kerja kita lakukan untuk perbaiki iklim investasi,” terangnya. (Ril/el)