Tak Terbendung! PJS Sumsel Kuasai Peta Jurnalis Siber Nasional dengan 130 Anggota

oleh
PJS Sumsel resmi diumumkan sebagai daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 organisasi yang digelar di Jakarta pada 12 Mei 2026/ist

Jakarta, detektifswasta.xyz – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 organisasi yang digelar di Jakarta pada 12 Mei 2026, PJS Sumsel resmi diumumkan sebagai daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan organisasi jurnalis siber di Sumatera Selatan. Di tengah persaingan ketat antarwilayah dan semakin kompleksnya tantangan dunia media digital, PJS Sumsel justru tampil dominan dengan kekuatan anggota yang terus bertambah secara signifikan.

Ketua DPD PJS Sumsel, Edi Triono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah anggota PJS di Sumsel telah mencapai 130 orang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dari total tersebut, sebanyak 83 anggota telah resmi terinput di sistem Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk proses penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA), sementara 47 anggota lainnya masih dalam tahap administrasi dan penginputan data.

Menurut Edi, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal angka. Ia menegaskan bahwa penguatan organisasi dilakukan secara serius, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas sumber daya manusia di lingkungan PJS Sumsel.

“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pengurus DPD dan DPC di 14 kabupaten dan kota di Sumsel. Kami tidak hanya mengejar jumlah anggota, tetapi juga terus meningkatkan kualitas dan kompetensi jurnalis,” ujarnya.

Langkah penguatan kualitas itu dibuktikan dengan capaian kompetensi wartawan di tubuh PJS Sumsel. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 43 anggota telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Dewan Pers. Rinciannya terdiri dari lima wartawan jenjang Utama, tiga wartawan jenjang Madya, dan sisanya berada di level Kompetensi Muda.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal besar bagi PJS Sumsel dalam menghadapi tantangan industri media siber yang semakin kompetitif. Di era digitalisasi informasi saat ini, kompetensi dan profesionalisme wartawan menjadi faktor utama untuk menjaga kredibilitas media sekaligus mempertahankan kepercayaan publik.

PJS Sumsel juga menilai bahwa perkembangan media siber yang sangat cepat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas jurnalis, terutama dalam aspek verifikasi informasi, etika jurnalistik, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Momentum keberhasilan Sumsel ini sekaligus memperkuat optimisme organisasi untuk melangkah lebih jauh di tingkat nasional. Salah satu target besar yang tengah diperjuangkan PJS secara nasional adalah menjadi konstituen resmi Dewan Pers.

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, memberikan apresiasi atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan Sumsel. Ia menyebut Sumatera Selatan menjadi salah satu motor penggerak utama organisasi dalam memperkuat basis keanggotaan nasional.

Selain Sumsel, Mahmud juga menyebut beberapa daerah lain yang menunjukkan perkembangan pesat, di antaranya Bangka Belitung, Sumatera Utara, dan Banten. Namun, dominasi jumlah anggota PJS Sumsel tetap menjadi perhatian utama dalam forum nasional organisasi tersebut.

“PJS Sumsel menunjukkan progres yang sangat baik. Ini menjadi energi besar bagi organisasi dalam memenuhi syarat administratif maupun faktual menuju konstituen Dewan Pers,” kata Mahmud.

Keberhasilan ini juga memperlihatkan semakin besarnya antusiasme jurnalis daerah untuk bergabung dalam organisasi profesi yang fokus pada penguatan media siber. PJS dinilai menjadi wadah strategis bagi wartawan digital untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan profesional, serta memperjuangkan kualitas pers yang independen dan berintegritas.

Bagi PJS Sumsel, pencapaian ini bukan akhir perjalanan. Organisasi justru ingin menjadikan prestasi tersebut sebagai titik awal untuk memperkuat konsolidasi internal dan memperluas pembinaan kepada anggota di daerah.

Edi Triono menegaskan pihaknya akan terus mendorong pelatihan jurnalistik, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta program pengembangan kapasitas lainnya agar anggota PJS Sumsel mampu bersaing secara profesional di tengah dinamika industri media nasional.

Selain itu, PJS Sumsel juga berkomitmen menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika jurnalistik, independensi pers, dan tanggung jawab sosial media kepada masyarakat.

Dengan capaian sebagai daerah dengan anggota terbanyak di Indonesia, PJS Sumsel kini menjadi salah satu kekuatan penting dalam peta organisasi jurnalis siber nasional. Dominasi tersebut sekaligus mempertegas posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong profesionalisme pers di era digital.

Di tengah arus informasi yang bergerak semakin cepat, keberadaan organisasi pers yang solid, kompeten, dan profesional menjadi kebutuhan penting. PJS Sumsel tampaknya ingin membuktikan bahwa jurnalis daerah pun mampu tampil sebagai kekuatan nasional yang diperhitungkan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *