Amerika Serikat Klaim Terkuat di Angkatan Laut, China Masih dibawah

oleh
detektifswasta.xyz – Indonesia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper menyatakan meski jumlah kapal perang AS lebih sedikit dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China, kekuatan militernya tetap tak tertandingi.

“Saya ingin menjelaskan bahwa China tidak dapat menandingi Amerika Serikat dalam hal kekuatan Angkatan Laut,” kata Esper.

“Bahkan jika kami berhenti membuat kapal baru, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun (bagi China) untuk menutup kesenjangan dalam hal kemampuan kami di laut lepas,” ujarnya, seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat 18 September 2020.

“Jumlah kapal itu penting, tetapi tidak menceritakan keseluruhan cerita, mereka tidak membahas jenis kapal dan kemampuan kapal yang dihitung; keterampilan kru yang mengoperasikannya; kecakapan para perwira yang memimpin mereka; atau cara kami melawan mereka.”

“Meskipun demikian, kita harus tetap di depan; kita harus mempertahankan overmatch kita; dan kami akan terus membangun kapal modern untuk memastikan kami tetap menjadi Angkatan Laut terhebat di dunia,” papar Esper.

Laporan proyek “China Power” dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap bahwa tujuan militer Beijing memiliki 425 kapal pada tahun 2030.

Selain jumlah kapal dan tentara Angkatan Laut-nya yang lebih besar, Beijing juga telah berinvestasi secara besar-besaran dalam rudal anti-kapal jarak jauh sebagai tandingan bagi Angkatan Laut AS

Dalam tiga tahun terakhir, anggota Korps Marinir China pun telah meningkat signifikan yakni dari 10 ribu personel menjadi antara 28 ribu dan 35 ribu personel. Beijing berencana merekrut 100 ribu anggota bagi korps marinirnya.

Saat ini Korps Marinir China memiliki tujuh brigade dan hadir di mana pun Angkatan Laut China beroperasi. Setiap brigade bersenjata lengkap, termasuk minimal dua batalion infanteri, satu resimen lapis baja, satu batalion howitzer, satu batalion misil, dan batalion pengintai amfibi pasukan khusus.

Korps Marinir China pun memiliki kendaraan amfibi lapis baja cukup andal dan cerdas, salah satunya ZBD-05. Kendaraan tersebut tak diragukan kecepatannya di atas air dan dipersenjatai lebih lengkap daripada yang dimiliki Barat, misalnya seperti howitzer self-propelled, PLZ-07.

Pada 2019 Badan Intelijen Pertahanan AS pada 2019 menyebut Korps Marinir China sebagai “kekuatan amfibi penuh yang mampu melakukan operasi serangan amfibi menggunakan taktik senjata gabungan dan berbagai pendekatan”.

Badan Intelijen Pertahanan AS memandang Korps Marinir China sebagai “kekuatan amfibi paling mahir dari semua pengklaim di Laut China Selatan”.

Hal itu memang tak dapat lepas dari kekuatan Angkatan Laut China yang merupakan angkatan laut terbesar di dunia dengan lebih dari 300 kapal. China membangun kapal lebih cepat dari hampir semua pesaingnya.

“Kualitas desain dan material mereka (Angkatan Laut China) dalam banyak kasus sebanding dengan kapal (Angkatan Laut AS), dan China dengan cepat menutup celah di setiap bidang kekurangan,” kata laporan Kantor Intelijen Angkatan Laut AS dikutip laman Business Insider.

Laporan itu memang benar untuk kapal yang digunakan dalam operasi amfibi. Angkatan Laut China telah lama mempertahankan armada kapal pendarat untuk membawa tank, pasukan, dan peralatan.

Armada itu telah didukung oleh kapal amfibi modern baru yang mirip dengan yang digunakan oleh angkatan laut Inggris, Prancis, dan AS.

Pasukan marinir China, sejak 2006, Angkatan Laut China telah memperoleh enam dermaga transportasi amfibi Type-071 dengan setidaknya satu lagi dalam proses.

Kapal-kapal itu berbeda dari kapal pendarat sebelumnya karena mereka dapat membawa ratusan pasukan, beberapa kendaraan amfibi lapis baja, dan hingga empat kapal pendarat berpelindung udara (LCAC). Mereka juga dapat mengangkut empat atau lebih helikopter transportasi, seperti Z-18, untuk misi serangan udara. (gm)