“Bahaya Lelehkan Bumi” Tiongkok Manfaatkan Energi Nuklir dari Matahari Buatan!

oleh
Detektifswasta.xyz

Tiongkok rupanya sangat berambisi untuk mencari energi baru, salah satunya di bidang nuklir. Sejumlah peneliti di Negeri Tirai Bambu bahkan dilaporkan telah berhasil menyalakan Matahari buatan mereka yang berupa reaktor fusi nuklir pada awal Desember kemarin.

Proyek Tiongkok tersebut mendapat tanggapan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Dhandang Purwadhi memperingatkan jika Matahari buatan Tiongkok itu memiliki risiko berbahaya bisa melelehkan Bumi.

Pelelehan Bumi bisa terjadi jika proyek itu gagal dan mengalami kebocoran. Meski demikian, Dhandang menjelaskan risiko kebocoran nuklir dalam pembuatan Matahari buatan itu memang sangat minim.

”Sampai sekarang penelitiannya masih eksperimental, bisa saja berbahaya, tapi penelitian itu ada batasnya sehingga jangan sampai merusak,” kata Dhandang seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (10/12/2020). “Dari segi panasnya yang keluar itu besar sekali bisa melelehkan apa saja di permukaan Bumi.”

Sebelumnya, sejumlah ilmuwan di Tiongkok berhasil menyalakan sebuah Matahari buatan dengan memanfaatkan energi nuklir. Energi yang dihasilkan Matahari buatan ini melebihi 15 kali panas inti Matahari sesungguhnya.

Dhandang menyebut penelitian menggunakan energy nuklir di dunia memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Oleh sebab itu, ia yakin jika Tiongkok pasti memiliki ukuran penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak membahayakan kehidupan umat manusia.

”Dalam penelitian itu, plasmanya (energi nuklir hasil reaksi fusi) pasti tidak banyak, ada dalam ukuran yang bisa dikendalikan,” jelas Dhandang. “Mereka juga pasti punya pendingin yang mampu mendinginkan Tokamak.”

Sementara itu, Akademisi Fisika Nuklir Universitas Pertahanan Mutia Meireni menjelaskan tentang skenario kebocoran Matahari buatan yang mungkin terjadi. Jika kebocoran terjadi dalam reaksi fusi, maka tidak sebanyak kebocoran dalam reaksi fisi.

Proses fusi sendiri menggabungkan unsur ringan sehingga menjadi unsur yang lebih berat. Reaksi fusi yang digunakan dalam Matahari bernama HL-2M Tokamak ini lebih minim risiko. Sebab, jika terjadi kebocoran, yang keluar adalah unsur ringan.

Berbeda jika kebocoran terjadi dalam reaksi fisi. Proses yang kedua ini lebih berbahaya sebab reaksi yang dihasilkan tidak akan pernah berhenti. Pasalnya, proses fisi dalam pembentukan energi nuklir adalah memecah atom menjadi beberapa bagian. (Ril/El)