Palembang, detektifswasta.xyz – Musyawarah Daerah Jaringan Media Siber Indonesia Sumatera Selatan 2026 berlangsung lancar, demokratis, dan penuh nuansa kekeluargaan. Kegiatan yang digelar di Citra Grand City, Sabtu (25/4/2026), menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi media siber di wilayah Sumatera Selatan.
Musyawarah Daerah (Musda) yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Teguh Santosa, yang datang dari Jakarta untuk membuka sekaligus mengawal jalannya forum.
Sebanyak 12 pimpinan media siber anggota JMSI Sumsel dari berbagai kabupaten dan kota turut hadir, bersama sejumlah peninjau undangan yang ikut menyaksikan proses demokrasi organisasi tersebut.
Acara diawali dengan sambutan dari Pelaksana Tugas Ketua JMSI Sumsel, Iqbal Irsyad, yang menegaskan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan industri media digital yang terus berkembang.
Ia menyampaikan bahwa dinamika dunia media saat ini menuntut organisasi pers untuk terus beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme anggotanya. Oleh karena itu, kebersamaan dan kekompakan dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan di era digital.
Agenda utama Musda adalah pemilihan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sumsel periode 2025–2030. Setelah melalui pembahasan tata tertib serta arahan dari Ketua Umum, forum memasuki tahap pencalonan.
Dalam proses tersebut, nama Firdaus Komar muncul sebagai satu-satunya kandidat yang diusulkan oleh peserta Musda. Dengan mempertimbangkan aspirasi bersama, seluruh pemilik hak suara secara bulat menyepakati Firdaus Komar sebagai ketua terpilih melalui mekanisme aklamasi.
Keputusan tersebut kemudian disahkan oleh pimpinan sidang dengan pengetukan palu, menandai dimulainya kepemimpinan baru JMSI Sumsel untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Teguh Santosa memberikan apresiasi atas jalannya Musda yang dinilai mencerminkan kedewasaan organisasi. Menurutnya, proses yang berlangsung menunjukkan bahwa insan pers mampu menjunjung tinggi nilai demokrasi dengan cara yang santun dan konstruktif.
“Musda ini menjadi contoh bahwa organisasi media dapat berjalan dengan tertib, mengedepankan musyawarah, dan tetap menjaga etika,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya seluruh anggota JMSI untuk mempercepat proses verifikasi administrasi dan faktual ke Dewan Pers sebagai bagian dari penguatan kredibilitas media siber di Indonesia.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, Firdaus Komar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh anggota JMSI Sumsel. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi secara kolektif dan inklusif.
“JMSI adalah rumah bersama. Kita harus membesarkannya dengan semangat kolaborasi,” tegasnya.
Firdaus memaparkan tiga fokus utama kepemimpinannya, yaitu:
- Peningkatan kapasitas jurnalis media siber, melalui pelatihan dan penguatan kompetensi profesional.
- Percepatan verifikasi perusahaan pers anggota, guna memastikan media yang tergabung memiliki standar kredibilitas tinggi.
- Perluasan kerja sama strategis, khususnya dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi JMSI Sumsel sebagai organisasi media siber yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Musda JMSI Sumsel ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat organisasi ke depan.
Momentum ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi serta memperkuat peran media siber sebagai pilar informasi yang akurat, terpercaya, dan bertanggung jawab di wilayah Sumatera Selatan. (JMSI)





