Warga Merugi, Ribuan Ikan Tambak di Sungai Komering Mati Keracunan

oleh

OKI, Detektifswasta.xyz – Ribuan ikan milik petani tambak di Kelurahan Jua-Jua Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mati diduga akibat zat kimia berbahaya.

Selain ikan di tambak milik warga, ikan air tawar juga banyak ditemukan mati mengapung di sepanjang Sungai Komering.

Menurut pengakuan salah satu warga pemilik tambak, matinya ikan-ikan tersebut sejak selumbari. Dan dikeluhkan warga bahwa dalam waktu dekat ikan-ikan tambak tersebut sudah siap panen.

“Sudah dua hari sebelumnya ikan-ikan ini mati, kami menduga karena air sungai tercemar limbah industri dari perusahaan perkebunan setempat,” kata Mail petani tambak Kelurahan Jua-jua, Rabu ( 21/9/22).

Mail prihatin terlebih ikan tambak miliknya sudah segera dipanen. “Terhitung nilai kerugian mencapai puluhan juta Pak, “tutur dia.

Karena pencemaran tersebut, berbagai jenis ikan yang dibenih oleh petani semuanya mati. “Ada lima jenis ikan tambak kita mulai dari Nila, Baung, Toman, Lele, Patin satu persatu mati, “sedu Mail.

Hal yang sama juga dialami Asweni, petani tambak warga Desa Arisan Buntal ini juga turut merugi. Setiap hari ikan tambak miliknya ditemukan mati.

Terkait permasalahan, Asweni dan petambak lainnya mengaku akan mengambil tindakan tegas jika keluhan bahkan pelayangan surat ke Dinas terkait tidak memperoleh tindak lanjut.

“Jika dibiarkan dan tidak ada tindakan dari Dinas teekait, kita akan menggelar aksi, “tegas Asweni.

Menurut pantauan, dari hulu sungai terlihat banyak ikan-ikan mati. Selain itu terlihat air sungai komering berwarna keruh kehitaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI, Ir Irawan MM mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup setelah mendapatkan laporan dari para petani tambak ikan mengenai kejadian ini.

“Kami sudah terima laporannya, nanti bersama pihak DLH kita akan menerjunkan tim untuk menguji sample air dari hulu hingga hilir,” kata Irawan saat ditemui Awak Media di ruang kerjanya.

Menyinggung masalah pencemaran ini akibat limbah industri, Irawan mengaku belum dapat memastikannya.

“Kita harus tunggu hasil uji lab. Yang berwenang memberi informasi adalah pihak DLH, “ringkasnya. (Ar/ril)