Usai Pandemi, Ada 3 Rekomendasi Wisata Raja Ampat

oleh

detektifswasta.xyz – Indonesia

Raja Ampat memiliki banyak pilihan tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi pasca-pandemi virus corona.

Best time untuk ke Raja Ampat adalah Oktober – Mei. Dalam arti, laut mulai tenang, cuaca bagus. High season kami di akhir tahun. Lautnya teduh, pemandangan bagus,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Ranny Iriani Tumundo, dalam Festival Libur Lebaran Atourin, Raja Ampat Virtual Tour, Minggu (7/6/2020).

Kendati saat ini lebih baik di rumah saja, kamu bisa rencanakan perjalanan ke Raja Ampat untuk liburan pasca-pandemi virus corona.

Namun sebelum berlibur ke sana, Ranny mengimbau agar calon wisatawan membawa botol minum dan kantung sampah sendiri guna melakukan wisata ramah lingkungan. Selain itu, patuhi protokol kesehatan yang berlaku.

1. Piaynemo

Puncak Piaynemo terkenal sebagai tempat berfoto karena menawarkan panorama menghadap laut.

Wisatawan bisa melihat beberapa pulau kecil di sekitar yang membentuk laguna dengan gradasi warna unik.

Saat tiba, wisatawan akan disambut langsung oleh masyarakat lokal yang menjual es kelapa seharga Rp 15.000.

Para pedagang tersebut berasal dari tiga desa di dekatnya, yaitu Desa Saupapir, Desa Pam, dan Desa Saukabu.

“Setiap minggu desa-desa tersebut bergantian jualan agar pendapatan sama rata,” tutur Ranny.

Lebih kurang sebanyak 320 anak tangga harus dilewati sebelum mencapai puncak Piaynemo. Waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepanjang perjalanan, kamu bisa istirahat sejenak sembari menikmati alam di beberapa tempat yang sudah disediakan.

2. Telaga Bintang

Ciri khas dari Telaga Bintang adalah lokasi beberapa pulau kecil di dekatnya yang menciptakan sebuah laguna berbentuk bintang.

Kamu bisa lihat pemandangan tersebut dari puncaknya. Bahkan jika air sedang surut, kamu bisa lihat beberapa koral yang menghiasi pasir putih.

Jika beruntung, Ranny menuturkan wisatawan bisa melihat penyu atau bayi hiu yang sedang berenang.

“Ke sini dari Piaynemo hanya 5 menit. Lansia disarankan tidak ke sini karena tidak ada tangga kayu, kita pakai karang yang dijadikan pijakan. Tidak boleh pakai sendal,” kata Ranny.

Untuk menuju puncak, wisatawan akan dibatasi hanya 10 orang saja dalam satu waktu. Saat sampai di atas, waktu hanya dibatasi lebih kurang 30 menit.

Apabila Telaga Bintang sedang ramai, waktu untuk melihat pemandangan di puncak hanya 15 menit agar wisatawan lain bisa melihat pemandangan dari sana.

3. Wayag

Selain Piaynemo, Wayag juga kerap dikunjungi wisatawan saat ke Raja Ampat. Pemandangan yang ditawarkan pun tidak kalah indahnya.

“Uniknya, laguna di Wayag itu dijadikan tempat nursing ikan pari Manta. Di sini tidak boleh pakai jet skispeed boat tidak boleh kencang karena akan menakuti baby manta. Hormatilah yang punya tempat,” kata Ranny.

Tidak hanya ikan pari manta, kamu juga bisa lihat beberapa penyu yang sedang berenang dari puncak Wayag. Jika menghadap ke arah barat, Pulau Gebe di Maluku Utara juga akan terlihat.

Kendati demikian, keindahan Wayag dan sekitarnya tidak bisa dinikmati oleh semua orang.

“Guide juga sering tanya punya penyakit apa, harus tanda tangan dulu,” tutur Ranny.

Terlebih mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebab untuk naik ke puncaknya, wisatawan harus melewati bebatuan karena tidak ada tangga kayu.

“Kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab kami. Terkadang saking senangnya, orang lupa kalau mereka dehidrasi, dan lain-lain. Sebaiknya jangan memaksakan diri,” imbuhnya.