Pembangunan Gedung Politeknik Pariwisata Palembang Bermasalah?

oleh
detektifswasta.xyz – Indonesia

Palembang, – Meskipun masa pelaksanaan kontrak Pekerjaan Pembangunan  Lanjutan Gedung Politeknik Pariwisata  Palembang yang dibiayai  dana APBN tahun 2020 sudah berjalan 16 Minggu atau 112 hari kalender per  31 Agustus 2020 ini,  namun progres fisik pekerjaan diperkirakan belum mencapai 10% dari Kontrak. 

Pembangunan Gedung Politeknik Pariwisata Palembang yang berlokasi di Komplek Jakabaring Sport City Palembang yang dilaksanakan  secara bertahap sejak  tahun 2017 hingga tahun 2020 sekarang diduga menyimpan sejumlah permasalahan yang cukup serius.

Data dan Informasi yang dihimpun DETEKTIFSWASTA bersama KOALISI MEDIA &LSM PEMANTAU PENGADAAN,bila melihat progress fisik  dilapangan per akhir Agustus 2020, diperkirakan belum mencapai 10% padahal masa kontrak sudah berjalan hampir 16  Minggu. “Besar kemungkinan  tidak akan selesai sesuai Jadwal Kontrak”, kata  Ir. Feri Kurniawan KoordinatorLSM. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumatera Selatan (Sumsel)  didampingi Boni Budi Yanto Kepala Perwakilan LSM Bareta Sumsel dan Ketua Umum LSM. Berantas Korupsi Indonesia (BKI) Sumsel Muchtar Maduron.

 

Pekerjaan Pembangunan Fisik Gedung Politeknik Pariwisata (Poltekpar)  Palembang yang dibiayai dana APBN  selama  3 tahun anggaran  berturut-turut  (2017 s/d 2019) dikerjakan  oleh   PT. Nindya Karya (Persero)  total nilai kontrak Rp 372.293.519.926,-  dengan rincian  tahun 2017  sebesar Rp 105.491.888.000,- ; tahun 2018 Rp 136.226.738.026,- dan  tahun 2019 sebesar   Rp 130.574.893.900,-

Disamping  itu pada tahun 2019 lalu terdapat 2 paket lagi Pekerjaan Fisik, yakni : Pembuatan Mock Up Room Laboratorium Divisi Kamar, nilai HPS Rp 1.128.143.970 yang dikerjakan  oleh CV. Citra Muda Lestari (Makassar – Sulsel)  nilai kontrak Rp 1.015.901.358, 71 ; dan Pembuatan Restaurant Praktek (Fine Dining), nilai HPS Rp 1.698.759.169,-  dilaksanakan CV. Khayla (Bandar Lampung)  nilai kontrak Rp 1.486.407.468,70

Sementara untuk Pekerjaan Tahun 2020 dengan nama  Lanjutan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Hotel Praktek Politeknik Pariwiasata Palembang, nilai HPS Rp 91.606.093.768,56 dimenangkan oleh PT. Mintarda Sejahtera (Banda Aceh) dengan harga penawaran/terkoreksi Rp 85.341.128.623,49.

Wartawati DETEKTIFSWASTA bersama  AGUNG POS  yang  mencoba menghubungi Direktur Politeknik Pariwisata Palembang Zulkifli Harahap dan atau  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  Pembangunan Gedung Poltekpar Palembang  di Jakabaring  (09/08/2020)  untuk  Konfirmasi   hanya bertemu Security  bernama Rian Juliansyah

Ketika ditanya  dimana Papan Nama Proyek dipasang, Rian menjelaskan belum dipasang.  “Pekerjaan dilapangan baru dimulai pada Tgl. 06 Juli 2020 lalu,  nanti kalau papan nama sudah dipasang akan saya kirimkan”, kata Rian sembari meminta nomor HP/WA Wartawan DETEKTIFSWASTA.

Sesuai data  yang tercantum  pada Papan Nama Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung Kuliah dan Hotel Praktek Politeknik Pariwisata Palembang Tahun 2020 yang dikirimkan Rian ke nomor HP/WA DETEKTIFSWASTA  pada 25 Agustus 2020,  Surat Perintah Mulai Kerja  (SPMK) diterbitkan  Tgl. 12 Mei 2020  bersamaan dengan penandatanganan  Kontrak antara PPK dengan PT. Mintarda Sejahtera selaku Pelaksana Pekerjaan,  Masa Pelaksanaan  234 Kalender (sampai 31 Desember 2020) dan Masa Pemeliharaan 180 Hari Kalender, dan Nilai Kontrak Rp 41.531.961.174,28

TAK SESUAI KONTRAK ?

Informasi lain yang dihimpun DETEKTIFSWASTA bersama  KOALISI MEDIA & LSM PEMANTAU PENGADAAN, terdapat sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan Pembangunan Gedung Poltekpar Palembang yang perlu mendapat penjelasan dari Direktur Poltekpar selaku Pengguna Anggaran (PA) dan pihak – pihak lain yang terkait dalam pembangunan

Seperti pada Pembangunan Tahun 2018, ada item pekerjaan yang  diduga tidak dilaksanakan yakni Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa dan Pembangunan  Gedung Mahasiwi. Pekerjaan tersebut tidak bisa dilaksanakan karena ada persoalan masalah Lahan dengan masyarakat.

“Pertanyaannya, apakah dananya dikembalikan ke Kas Negara atau dialihkan ke pekerjaan lain”,  kata  Feri Kurniawan  Koordinator MAKI  Sumsel bersama Boni Budi Yanto Kepala Perwakilan BARETTA  Sumsel dan  Ketua Umum BKI Muchtar Maduron   (tim)

 

DATA PEKERJAAN KONSTRUKSI/FISIK TAHUN 2017 -2020
TAHUN ANGGARAN KODE RUP

NAMA PAKET/

NILAI HPS

NAMA PEMENANG

HARGA PENAWARAN/

TERKOREKSI/

HASIL NEGOSIASI/

NILAI KONTRAK

LINGKUP PEKERJAAN
2017 2380386 : Pembangunan Gedung Politeknik Pariwisata Palembang, Rp117.363.000.000,,-

 

PT. Nindya Karya (Persero) – Jakarta

 

Rp105.491.888.000-

 

(89,88% dari HPS)

Volume 2 Gedung
2018 24684386/15916987 : Pembangunan Gedung, Rp 137.724.528.978,06

 

PT. Nindya Karya (Persero)

 

Rp 136.226.738.026,68 (98,91% dari HPS)

Pembangunan Gedung Rektorat dan Office, Masjid, Gedung Asrama Mahasiswa, Gedung Asrama Mahasiswi, Gedung Kuliah Program Studi Pengelola Konvensi dan Acara, Cottage 3 Tipe, Gedung Kantin, Konstruksi Sarana Lingkungan dan Infrastruktur Kawasan Kampus Gedung Perkuliahan Politeknik Pariwisata
2019 ·         3871386 : Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Hotel Praktek,Rp146.001.445.543,75

 

 

 

·         3950386/21709970 : Pembuatan Mock Up Room Laboratorium Divisi kamar Poltektekpar Palembang,

Rp1.128.143.970,-

 

·         3952386: Pembuatan Restaurant Praktek (Fine Dining) Poltekpar Palembang, Rp1.698.759.169,-

PT. Nindya Karya (Persero)

Rp 130.574.893.900,-

(89,43%)

 

 

 

 

CV. Citra Muda Lestari (Makassar – Sulsel)

Rp1.015.901.358,71

(90,05% dari HPS)

 

 

CV. Khayla (Bandar Lampung)

Rp1.486.407.468,70

(87,49% dari HPS)

Gedung Kuliah Terpadu 1 Unit 6 Lantai Luasan 5.652 M2, Hotel Praktek 1 Unit 7 Lantai Luasan 8.507 M2
2020 4158386 : Lanjutan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Hotel Praktek Politeknik Pariwisata Palembang, Rp91.606.093.768,56

 

PT. Mintarda Sejahtera (Banda Aceh)

Rp85.341.128.623,49 (93,16% dari HPS)

Nilai Kontrak Ditandatangani Tgl. 12-05-2020)

Rp 41.531.961.174,28

Lanjutan Pembangunan (tahap II) berupa Arsitektur, Mekanikal dan Elektrikal untuk Gedung kuliah Terpadu Luasan 8.600 M2 & Hotelm Praktek Luasan 11.000 M2

(Tim)