Indonesia Siapkan Produksi Kapal Selam

oleh
detektifswasta.xyz – Indonesia

Pemerintah melalui PT PAL Indonesia (Persero) diyakini mampu membentuk kapal selam yang dinamai ‘Alugoro’. Karena kemampuan Indonesia memproduksi kapal berteknologi mutakhir tersebut itu, Indonesia di gadang-gadang sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang secara mandiri mampu memproduksi kapal selam.

Untuk mengembangkan proyek tersebut pada 2021, manajemen PT PAL Indonesia mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Komisi VI DPR sebesar Rp1,3 triliun. Pada buku Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021, Kementerian Keuangan menyertakan anggaran melalui skema PMN kepada PAL Indonesia, untuk pengembangan kapal selam. Nilainya mencapai Rp1,3 triliun.

“Dalam mendukung teknologi pembangunan kapal selam serta meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista dari luar negeri, Pemerintah dalam RAPBN tahun 2021 memberikan dukungan melalui pemberian PMN kepada PAL Indonesia,” tulis nota keuangan yang dikutip Minggu (6/9/8/2020).

Sementara itu, dalam laman resmi PT PAL, menjelaskan kapal selam Alugoro adalah kapal selam ke-3 dari batch pertama kerjasama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Kapal selam tersebut sepenuhnya dibangun di Fasilitas Kapal PAL Indonesia (Persero).
Nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata tersebut berupa Gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya.

Kekuatan senjata ini adalah dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang yang dipukulnya. Senjata ini dianggap sakti karena pemberian dari dewa yaitu Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu menikah dengan Dewi Erawati.

Kapal selam tersebut memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot dan mampu berlayar lebih dari 50 hari serta dapat menampung lebih dari 40 kru.

“Dalam pengerjaan joint section PT PAL Indonesia (Persero) berhasil menyelesaikan dengan predikat zero defect,” demikian dikutip dari laman resmi PT PAL. (sumber:mncnews)