Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus Siap Difungsikan

oleh
Detektifswasta.xyz

Palembang,- Dengan rampungnya pekerjaan tahap III tahun 2021,  Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus kapasitas 1200 liter/detik yang dikerjakan secara bertahap  dari  tahun 2019 – 2021 siap dioperasikan dalam tahun 2022 ini.

Untuk  mendukung pemenuhan  kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Palembang yang terus meningkat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Sumatera VIII Provinsi Sumatera Selatan baru saja merampungkan pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus tahap III  tahun 2021.

Kepala Satuan Kerja PJPA Sumatera VIII Provinsi Sumatera Selatan,  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII,  Syaifuddin, SE, ST, MT  yang  ditemui DETEKTIFSWASTA di ruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan, pekerjaan yang  dilaksanakan tahun 2021  berupa  Pengadaan  4 unit Pompa dengan kapasitas terpasang per unit 400 liter/detik termasuk lost,  dan  Pemasangan Jaringan Pipa Transmisi sepanjang 3,6 Km dari total 7,26 Km  dari Intake sampai ke WTP. Sebelumnya tahun 2020 lalu sudah dikerjakan sepanjang  3,6 Km,

Rencananya,  Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus Kota Palembang akan  dioperasikan mulai tahun 2022. “Nanti akan  kita serahkan kepada PDAM Tirta Musi melalui Pemerintah Kota Palembang”, papar Syaifuddin.

Pekerjaan  Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus Kota Palembang Tahap III ini  dipercayakan kepada penyedia jasa PT. Putra Masindo Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp 74.400.000.325,25.

Jika Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sistem Gandus ini sudah beroperasi,  kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Palembang diharapkan akan terpenuhi.

“Kita menghimbau agar masyarakat Kota Palembang lebih bijak  memanfaatkan air dari  PDAM  mengingat  cost untuk pengolahan air bersih dari waktu ke waktu terus meningkat. Air  PDAM seyogyanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak untuk mencuci kenderaan”, harap Syaifuddin.   (ps) 

Berikan Komentar Anda