Diduga Akibat PT. Inti Indosawit Subur Persempit Saluran Air, Dua Tahun Wilayah RT 002 RW 002 Desa Makmur Jadi Langganan Banjir

oleh
Detektifswasta.xyz

Kabupaten Pelalawan,- Akibat PT. Inti Indosawit Subur (IIS) Pangkalan Kerinci, mempersempit saluran air banyak dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, sejak pihak perusahaan membuat saluran air menyempit mengakibatkan warga yang tinggal di RT 00 RW 002 kerap mengalami kebanjiran, meskipun hujan baru sekitar dua jam.

Seperti yang disampaikan oleh kepala Desa Makmur Pangkalan Kerinci kepada wartawan, “awalnya parit itu luasannya sekitar dua meter sampai ke sungai, saat ini hanya kisaran satu meter saja, akibatnya jika turun hujan dua jam saja, rumah warga yang berada di RT002/002 kerap kebanjiran,’ demikian disampaikan oleh kepala Desa makmur, Suwardi, saat ditemui di kantornya di Sp 6 Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau Senin 20/12/2021.

Kepada wartawan Suwardi menjelaskan, terkait Pihak perusahaan PT IIS yang melakukan penyempitan saluran air tersebut, berakibat rumah warga RT 002 RW 002 yang berjumlah 150 kepala keluarga mengalami kebanjiran dua tahun terakhir ini. “Sebenarnya, sudah kami sampaikan kepada pihak Humas perusahaan, melalui pak Taufik dan Pak Simatupang melalui photo dan video, tapi tidak ada respon dari pihak perusahan itu Bang”, ujarnya.

“Akibat banjir ini sebenarnya, banyak elektronik warga yang tergenang air dan mengalami kerusakan. Hal ini sudah kita sampaikan, tapi tidak ada kompensasi dari Pihak perusahaan”, terang Suwardi.

” Kita sangat berharap etikat baik perusahaan untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sebab, tanpa masyarakat, perusahaan juga tidak dapat berbuat juga”, imbuhnya.

Penyampaian Suwardi ini bukan tanpa alasan, sebab wilayah Desa Makmur masuk dalam Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dari perusahaan Inti Indosawit Subur. Itu artinya pihak perusahaan harus dapat memperhatikan lingkungan dari masyarakat.

Sementara itu, Humas perusahaan PT Inti Indosawit Subur, Rindu Simatupang, dihubungi melalui sambungan telepon tidak memberikan jawaban. (Richard Simanjuntak)

Berikan Komentar Anda