Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan “Korban Putus Kontrak Sepihak” Dipastikan Rampung Sebelum Tahun 2022 Berakhir Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Bts. Kota Palembang

oleh

Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Bts. Kota Palembang – Sp. Inderalaya – Meranjat – Kayu Agung; dan Sp. Inderalaya – Bts. Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan sumber dana APBN tahun 2022 yang sempat menjadi korban pemutusan kontrak sepihak dipastikan rampung sebelum tahun 2022 berakhir dan siap mendukung kelancaran arus lalu lintas menghadapi Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) III Provinsi Sumatera Selatan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Darmawan, ST, yang dikonfirmasi DETEKTIFSWASTA beberapa waktu lalu, menjelaskan, Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Bts. Kota Palembang – Sp. Inderalaya – Meranjat – Kayu Agung; dan Sp. Inderalaya – Bts. Prabumulih yang dipercayakan kepada penyedia jasa PT. Fajarindah Satyanugraha dengan kontrak No. HK.02.01/PPK 3.2-SS/Kontrak-PL/1036 tanggal 07 September 2022 nilai kontrak sebesar Rp 19.875.000.000,- dan konsultan supervisi PT. Indec Internusa, Kso dipastikan rampung sebelum tahun anggaran 2022 berakhir.

“Per tanggal 22 November 2022, progress fisik sudah mencapai 71,497%. Pelaksanaan pekerjaan mulai 07 September 2022 dengan SPMK No. PW 0402/SPPMK/PPK3.2-SS/PL/1037 masa pelaksanaan 111 hari kalender”, papar Darmawan.

Total panjang jalan yang dikerjakan 5,171 Km dengan Rehabilitasi Mayor 0,485 Km; Rehabilitasi Minor 4,686 Km, Penanganan Bahu Jalan (Perkerasan) 0,551 Km, dan Preservasi Jembatan 90,40 Km. “Tanggal 27 Desember 2022 kita sudah PHO”, tambah Darmawan.

Menjawab pertanyaan seputar penyelesaian permasalahan pemutusan kontrak dengan penyedia jasa PT. Devati Vitara Raya dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.125.825.347,13 menurut Darmawan sudah diselesaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sampai dilakukan pemutusan kontrak, progress fisik pekerjaan hanya 11,79 % dan dibayar 10,79% dari nilai kontrak. Jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka sudah dicairkan, semua sudah tuntas, tegas Darmawan.

Seperti diberitakan www.detektifswasta.xyz Tgl. 2 November 2022 dan DETEKTIFSWASTA Edisi No. 103/Tahun XIX/1-14 November 2022, atas pemutusan kontrak sepihak tersebut BP2JK Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan langkah – langkah berdasarkan peraturan LKPP No. 12 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia, Lampiran II Klausa 7.18.1 “dalam hal dilakukan pemutusan kontrak sepihak oleh Pejabat Penandatangan Kontrak karena kesalahan Penyedia, maka Pokja Pemilihan dapat menunjuk pemenang cadangan berikutnya pada paket pekerjaan yang sama atau Penyedia yang mampu dan memenuhi syarat”.

Menurut Kepala BP2JK Wilayah Sumatera Selatan Antonius Widyatmoko, ST, merujuk pada surat Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP No. 2307/D.1.1/01/2022 tanggal 31 Januari 2022, hal Tanggapan Atas permohonan Penjelasan Terkait penujukan Langsung Akibat Pemutusan Kontrak Pekerjaan Jasa Konstruksi menyatakan bahwa : Tahapan yang dimaksud sesuai Perlem No. 12 tahun 2021 Lampiran 2 Klausa 5.2.2 bahwa : a.

Tahap penunjukan langsung untuk melanjutkan pekerjaan kontruksi dalam hal terjadi pemutusan kontrak dilakukan kepada pemenang cadangan meliputi : 1) Undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga; 2) Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga; 3) Penetapan dan pengumuman. b. Proses penunjukan langsung yang telah dilakukan pemutusan kontrak dapat dilaksanakan secara manual (tidak dilakukan secara elektronik) dan selanjutnya kontrak dicatatkan ke dalam SPSE. c. Pelaku usaha yang mampu artinya memenuhi kemampuan kompetensi dan memenuhi persyaratan sesuai yang tercantum pada dokumen pemilihan.

Terhadap pemutusan kontrak tersebut BP2JK dalam hal ini Pokja Pemilihan melakukan langkah – langkah : a. Sesuai surat permohonan dari PPK, Pokja Pemilihan melaksanakan proses klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga terhadap Pemenang Cadangan I dan Pemenang Cadangan II; b. Dari hasil klarifikasi dan negosaiasi teknis dan harga, Pemenang Cadangan I dan Pemenang Cadangan II tidak sanggup/tidak bersedia untuk melanjutkan paket pekerjaan tersebut; c. Selanjutnya PPK mengajukan permohonan untuk memproses Penunjukan Langsung terhadap Penyedia, dan Pokja Pemilihan melakukan proses tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pokja Pemilihan menetapkan PT. Fajarindah Satya Nugraha untuk Calon Pemenang paket Preservasi Jalan dan Jembatan Bts. Kota Palembang – Sp. Inderalaya – Meranjat – Kayu Agung, dan Sp. Indralaya – Bts. Prabumulih. “Untuk nilai kontrak masing-masing paket pekerjaan tersebut merupakan kewenangan masing-masing PPK”, kata Antonius