Kasat Pol PP Sumsel Buka Suara Terkait Penerapan Pergub 37 Tahun 2020?

oleh
Detektifswasta.xyz

Palembang,- Kasat Pol PP Provinsi Sumatera Selatan Aris Saputra ketika diwawancarai tentang penerapan Pergub 37 Tahun 2020 mengatakan bahwa tentang pencegahan, penegakan peraturan pembiasaan, untuk kehidupan baru dan percepatan ekonomi sementara untuk penerapan nya dan penegakan Perda tentang Pergub tersebut adalah Polisi Pamong Praja.

Dijelaskan juga bahwa Sat Pol PP Provinsi Sumatera Selatan saat ini sudah membentuk TIM Gabungan yang melibatkan seluruh unsur baik dari Pemerintah Daerah yakni, Pol PP, Kesbang Pol, Dinas Kesehatan, BPBD serta Biro Hukum.

Kemudian dari rekan samping ada dari Polda, Kodam, Korem, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negeri. Kemudian ada dari POM AD, AL, AU serta kita juga melibatkan tokoh masyarakat, Agama dan Tokoh Adat yang terhimpun dalam tim gabungan tersebut. Sementara pada pelaksanaan nya kami secara berkala melakukan yustisi (Sidang Langsung).

Kita pilih daerah yang ramai dan merupakan wilayah perbatasan Kabupaten dan kota antara lain yang kita lakukan adalah daerah perbatasan Palembang- Banyuasin kemudian Kabupaten OKI, Prabumulih, kemudian kita lakukan juga di daerah Ogan Ilir tepatnya di Daerah Inderalaya

Kemudian juga daerah Talang Kelapa perbatasan Palembang dengan Kabupaten Banyuasin. Diakuinya memang di tempat-tempat lain kita tidak melakukan Yustisi akan tetapi kita melaksanakan Patroli dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota termasuk juga di daerah Lahat, Mura, OKUT dan semua Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Selatan sesuai dengan tujuan Tim tersebut.

Sedangkan untuk kegiatan kegiatan yang ada di sekitar kantor Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Selatan kami lakukan Patroli selama tiga kali sehari sesuai dengan pelayanan minimal di mana kami melakukan Patroli pada pagi hari, dilaksanakan pada jam 9 sampai dengan Jam 12 kemudian pada sore hari jam 15:00 sampai dengan 17:00 dan pada malam hari pukul 20:00 sampai dengan 23:00 jadi ada tiga ship tim gabungan tersebut.

Alhamdulillah semua nya terkendali selama 2 bulan ini berjalan dan terbentuk Tim Gugus Tugas ini dalam menegakkan peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2020.

Alhamdulillah semenjak diterbitkan peraturan ini angka kesadaran masyarakat cukup signifikan dan masyarakat sudah terbiasa untuk menjaga Protokol Kesehatan dengan menggunakan Masker dan menjadi trend serta Gaya Hidup, kemudian untuk cuci tangan saat ini mayoritas Rumah makan, taman taman hotel,toko sudah menyiapkan semua tempat cuci tangan kemudian kita juga lebih mengarahkan pada sosial distancing.

Dijelaskannya juga bahwa semenjak peraturan Gubernur ini berlaku efektif tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi terbukti minimnya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat.

Hal tersebut terbukti dari patroli yang kita lakukan terdapat 20- 30 pelanggaran kemudian menurun sampai 9,8,dan paling banyak di bawah belasan pelanggaran protokol kesehatan
Ini dengan ikhlas demi kesehatan.

Mantan Kasat Pol PP Kota Palembang ini menghimbau kepada masyarakat bahwa pada prinsipnya kita harus meyakini Covid-19 ini benar benar ada hal tersebut terbukti banyak nya yang sakit menjadi korban meskipun tidak langsung meninggal dunia akan tetapi saya mengajak kepada seluruh masyarakat Sumsel.

Ayo kita bersama sama menerapkan protokol kesehatan ini dengan ikhlas demi kesehatan kita, kesehatan orang orang yang ada di sekitar kita serta orang orang lain yang berhubungan dengan kita hal tersebut dikarenakan berawal dari keyakinan kita bahwa dengan menerapkan protokoler kesehatan yang di lakukan maka hidup kita semakin disiplin jadikanlah hal ini menjadi gaya hidup dan menjadi kebiasaan demi kesehatan kita bersama tetap sehat dan salam bahagia.

Selain itu Aris juga mengatakan sepanjang itu ada kerumunan seperti misalnya kegiatan sosial maupun kegiatan kegiatan perkantoran baik Dinas dan Instansi kita akan turun ke lapangan. Baik itu kita berada di hotel, mall, ataupun juga tempat hajatan kita akan turun. Tentunya Aris berharap untuk penindakan nya kami menerima juga laporan baik secara lisan maupun secara tertulis.

Kalaupun hajatan tersebut diadakan di rumah maka kita akan menghubungi pihak kelurahan atau kecamatan akan tetapi apabila dalam skala besar hajatan tersebut diadakan di hotel maka kami akan menyambangi tempat tersebut untuk memberikan arahan tentang pergub nomor 37 Tahun 2020. (Andre)